Artikel & Berita

KUNJUNGAN KERJA PANSUS PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KE YOGYAKARTA

Submitted by admin on 2013-03-20 10:16:27

Antaranews.com - Panitia Khusus (Pansus) pembahas Raperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah memperoleh banyak manfaat selama kunjungan kerja ke Yogyakarta, 13-16 Maret 2013 lalu.

Selain memperoleh banyak masukan berharga bagi penyempurnaan draft Raperda yang tengah dibahas Pansus, kunjungan ke lokasi bencana di daerah istimewa tersebut juga memberi pengalaman nyata bagaimana penanganan terhadap para korban pasca bencana.

Tidak salah Pansus melakukan kunjungan kerja ke Yogjakarta, karena benar-benar banyak manfaat yang kami peroleh," kata Ketua Pansus pembahas Raperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah, Andarias P Sirenden. 

Rombongan yang dipimpin Andarias P Sirenden dan Wakil Ketua Pansus, Lelyanti Ilyas, serta diikuti anggota Pansus antara lain H Abdul Djalil Fatah, Hj.Encik Widyani, HS Abdurahman Alhasni, Hj Puji Astuti, Hermanto Kewot, H.Gamalis, Zain Taufik Nurrohman, Maria Margaretha Rin Puspa,HA Waris Husain, serta pejabat instansi terkait yakni dari Dinas Kesehatan Kaltim, Dinas Sosial Kaltim, Biro Sosial dan Biro Hukum Setprov Kaltim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Tarakan, Samarinda dan Kutai Timur, diterima Ketua BPBD Yogjakarta Gatot Sapto.

Kepada rombongan, Ketua BPBD Yogjakarta Gatot Sapto menjelaskan penanggulangan bencana di daerahnya, baik saat terjadi maupun sesudah bencana berlangsung. Bencana gempa maupun meletusnya Gunung Merapi yang menimpa Yogyakarta ditangani secara profesional. 

Dia menjelaskan, korban gempa yang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah diberikan bantuan Rp15 juta untuk membangun kembali rumah mereka yang roboh, dengan memanfaatkan material yang masih tersisa. Model dan tipe rumah dapat didisain sendiri, asalkan memenuhi standar yang ada, yaitu tahan gempa.

Sedang untuk korban erupsi Merapi, mereka direlokasi ke wilayah yang aman dengan membangunkan mereka rumah sederhana layak huni senilai Rp30 juta. Untuk membantu kehidupan ekonomi mereka, pemerintah membantu kredit bergulir sebesar Rp20 juta per kelompok."Kami memaksimalkan fungsi forum penanggulangan bencana yang diamanatkan Pergub, dimana termasuk di dalamnya SKPD-SKPD terkait," kata Gatot Sapto. Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kaltim, H Wahyu Widi Heranata mengatakan, ke depan akan diprogramkan pembuatan peta daerah yang sering mengalami bencana banjir di sepanjang daerah Delta Sungai Mahakam. "Ini untuk deteksi dini dan sekaligus memudahkan penanganan saat musibah berlangsung maupun pascanya," kata Didit, panggilan akrab Wahyu Widi Heranata.